Pengertian
Peramalan
Dalam dunia usaha sangat penting
diperlukan hal-hal yang terjadi dimasa depan sebagai dasar untuk pengambilan
keputusan. Render dan Heizer (2007) mendefinisikan peramalan adalah seni dan
ilmu memprediksi peristiwa-peristiwa masa depan.
Terkait dengan hal
tersebut ini juga berhubungan dengan pendapat Subagyo (2000) peramalan penjualan adalah memperkirakan sesuatu yang akan
terjadi. Sedangkan Menurut Handoko (1999) Peramalan adalah
suatu usaha untuk meramalkan keadaan di masa mendatang melalui pengujian keadaan
di masa lalu.
Ada
beberapa pengertian mengenai peramalan penjualan diantaranya:
a) Peramalan
penjualan adalah perkiraan atau proyeksi secara teknis permintaan konsumen
potensial untuk suatu waktu tertentu dengan berbagai asumsi.
b) Peramalan
penjualan adalah perkiraan mengenai sesuatu yang belum terjadi .
c) Peramalan
penjualan adalah Budget yang berisi taksiran-taksiran tentang kegiatan-kegiatan
perusahaan dalam jangka waktu tertentu yang akan datang,serta berisi
taksiran-taksiran tentang keadaan atau posisi financial perusahaan pada suatu
saat yang akan datang.
Intinya Peramalan penjualan (sales forecasting) ialah
teknik proyeksi permintaan langganan yang potensial untuk suatu waktu
tertentu dengan berbagai asumsi.
Pada umumnya hasil
dari suatu peramalan penjualan akan dikonversikan menjadi rencana penjualan
dengan memperhitungkan berbagai hal berikut :
a.Pendapat manajemen
b.Strategi-strategi yang direncanakan
c.Keterkaitan dengan sumber daya
d.Ketetapan manajemen dalam usaha mencapai sasaran penjualan
Jenis -
Jenis Peramalan
Menurut Render dan Heizer (2004) pada
jenis peramalan dapat dibedakan menjadi beberapa tipe. Dilihat dari perencanaan
operasi di masa depan, maka peramalan dibagi menjadi 3 macam yaitu:
a. Peramalan ekonomi (economic
forecast) menjelaskan siklus bisnis dengan memprediksi tingkat inflasi,
ketersediaan uang, dana yang dibutuhkan untuk membangun perumahan dan indikator
perencanaan lainnya.
b. Peramalan teknologi (technological
forecast) mempehatikan tingkat kemajuan tehnologi yang dapat meluncurkan produk
baru yang menarik, yang membutuhkan pabrik dan peralatan baru.
c. Peramalan permintaan (demand
forecast) adalah proyeksi permintaan untuk produk atau layanan suatu
perusahaan.
Peramalan biasanya diklasifikasikan
berdasarkan horizon waktu masa depan yang dicakupnya. Menurut Taylor (2004)
dalam hubungannya dengan horizon waktu peramalan terbagi atas beberapa
kategori, yaitu:
a. Ramalan jangka pendek mencakup masa
depan yang dekat (immediate future) dan memperhatikan kegiatan harian suatu
perusahaan bisnis, seperti permintaan harian atau kebutuhan sumber daya harian.
b. Ramalan jangka menengah mencakup jangka waktu satu atau dua
bulan sampai satu tahun. Ramalan jangka waktu ini umumnya lebih berkaitan
dengan rencana produksi tahunan dan akan mencerminkan hal-hal seperti puncak
dan lembah dalam suatu permintaan dan kebutuhan untuk menjamin adanya tambahan
untuk sumber daya untuk tahun berikutnya.
c. Ramalan jangka panjang mencakup periode yang lebih lama dari
satu atau dua tahun. Ramalan ini berkaitan dengan usaha manajemen untuk
merencanakan produk baru untuk pasar yang berubah, membangun fasilitas baru,
atau menjamin adanya pembiayaan jangka panjang.
Langkah-langkah
Peramalan
Peramalan yang baik adalah peramalan
yang dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah atau prosedur penyusunan yang
baik. Menurut Gaspersz (2005) terdapat 9 langkah yang harus diperhatikan untuk
menjamin efektivitas dan efisiensi dari sistem peramalan, yaitu:
a. Menentukan tujuan dari peramalan
b. Memilih item independent demand yang
akan diramalkan
c. Menentukan horison waktu dari
peramalan (jangka pendek, menengah, atau panjang)
d. Memilih model-model peramalan
e. Memperoleh data yang dibutuhkan
untuk melakukan peramalan
f. Validasi model peramalan
g. Membuat peramalan
h. Implementasi hasil-hasil peramalan
i. Memantau keandalan hasil peramalan
Metode Peramalan
Menurut Render dan Heizer (2004) dalam
melakukan peramalan diperlukan perhitungan yang akurat sehingga diperlukan
peramalan yang tepat. Pada dasarnya terdapat dua pendekatan umum untuk
mengatasi semua model keputusan untuk meramal:
a. Peramalan Kualitatif
Yaitu peramalan yang menggabungkan
faktor-faktor seperti intuisi pengambilan keputusan, emosi, pengalaman pribadi,
dan system nilai.
Dalam peramalan kualitatif terdapat
empat teknik peramalan yang berbeda,
b. Keputusan dari pendapat juri
eksekutif, dalam metode ini pendapat sekumpulan kecil manajer atau pakar
tingkat tinggi, sering dikombinasikan dengan model statistik, dikumpulkan untuk
mendapatkan prediksi permintaan kelompok.
c. Metode Delphi, merupakan teknik
peramalan yang menggunakan proses kelompok dimana para pakar melakukan
peramalan.
1) Gabungan dari tenaga penjualan,
metode ini mengoptimasi jumlah penjualan diwilayahnya, peramalan ini kemudian
dikaji untuk memastikan apakah peramalan cukup realistis lalu dikombinasikan
pada tingkat wilayah dan nasional untuk mendapatkan peramalan secara
keseluruhan.
2) Survei pasar konsumen, metode
peramalan yang meminta input dari konsumen mengenai rencana pembelian mereka di
masa depan.
d. Peramalan Kuantitatif
Yaitu peramalan yang menggunakan satu
atau lebih model matematis dengan data masa lalu dan variabel sebab akibat
untuk meramalkan permintaan. Ada lima metode peramalan kuantitatif, yaitu
metode pendekatan naif, metode rata-rata bergerak, metode penghalusan
eksponential, penghalusan tren, dan regresi linear.
Pada dasarnya metode peramalan
kuantitatif ini dibedakan menjadi dua:
1) Metode peramalan berdasarkan seri
waktu Model ini melihat pada apa yang terjadi selama periode waktu menggunakan
seri data masa lalu untuk membuat ramalan.
2) Metode kausal atau metode korelasi
Metode kausal, bergabung menjadi variable atau hubungan yang bisa
mempengaruhi jumlah yang sedang diramal.
Metode peramalan berdasarkan seri terdiri dari:
1) Pendekatan naif
Pendekatan ini adalah teknik peramalan
yang mengasumsikan permintaan di periode mendatang sama dengan permintaan
terkini. Metode ini merupakan model peramalan objektif yang paling efektif dan
efisien dari segi biaya, pendekatan ini memberikan titik awal untuk
perbandingan dengan model lain yang lebih canggih.
2) Rata-rata bergerak
Bermanfaat jika mengasumsikan bahwa
permintaan pasar tetap stabil sepanjang waktu.
Metode rata-rata bergerak dibagi
menjadi dua metode yaitu:
a) Rata-rata bergerak sederhana
Metode ini digunakan untuk melakukan
peramalan hal-hal yang bersifat random, artinya tidak ada gejala trend naik
maupun turun, musiman dan sebagainya, melainkan sulit diketahui polanya.
Metode ini mempunyai dua sifat khusus
yaitu untuk membuat peramalan memerlukan data histories selama jangka waktu
tertentu, semakin panjang waktu moving average akan menghasilkan moving average
yang semakin halus.
b) Rata-rata bergerak tertimbang
Apabila ada tren atau pola terdeteksi, bobot dapat digunakan untuk menempatkan
penekanan yang lebih pada nilai terkini.
Praktik ini membuat teknik peramalan
lebih tanggap terhadap perubahan karena periode yang lebih dekat mendapatkan
bobot yang lebih berat.
Pemilihan bobot merupakan hal yang
tidak pasti karena tidak ada rumus untuk menetapkan mereka. Oleh karena itu,
pemutusan bobot yang mana yang digunakan, membutuhkan pengalaman.
c)
Proyeksi tren
Adalah metode peramalan time-series
yang menyesuaikan sebuah garis tren pada sekumpulan data masa lalu dan kemudian
diproyeksikan dalam garis untuk meramalkan masa depan untuk peramalan jangka
pendek atau jangka panjang. Kalau hal yang diteliti menunjukkan gejala kenaikan
maka tren yang kita miliki menunjukkan rata-rata pertumbuhan, sering disebut
trend positif, tetapi hal yang kita teliti menunjukkan gejala yang semakin
berkurang maka tren yang kita miliki menunjukkan rata-rata penurunan atau
disebut juga tren negative.
d)
Penghalusan eksponential Penghalusan eksponential adalah teknik peramalan
rata-rata bergerak dengan pembobotan dimana data diberi bobot oleh sebuah
fungsi eksponential. Penghalusan eksponential merupakan metode peramalan
rata-rata bergerak dengan pembobotan yang canggih, namun masih mudah
digunakan.
Pendekatan penghalusan eksponential
mudah digunakan, dan telah berhasil diterapkan pada hampir setiap jenis bisnis.
Walaupun demikian, nilai yang tepat untuk konstanta penghalus, dapat membuat
diferensiasi antara peramalan yang akurat dan yang tidak akurat. Nilai
yang tinggi dipilih saat rata-rata cenderung berubah. Nilai yang rendah
digunakan saat rata-rata cenderung stabil. Tujuan pemilihan suatu nilai untuk
konstanta penghalus adalah untuk mendapatkan peramalan yang paling akurat.
Komentar
Posting Komentar