Anggaran produksi
Anggaran produksi adalah suatu perencanaan secara terperinci mengenai jumlah unit produk yang akan diproduksi selama periode yang akan datangyang didalamnya mencakup rencana mengenai jenis (kualitas), waktu (kapan) produksi akan dilaksanakan (Tendi haaruman: 2007)
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa anggaran produksi ini dibuat untuk menunjang rencana penjualan yang sudah ditentukan sebelumnya. Jadi untuk membuat anggaran produksi ini terlebih dahulu kita harus membuat anggaran penjualan.
4.2 MANFAAT MENYUSUN ANGGARA PRODUKSI
Seiring dengan manfaat menyusun anggaran secara umum, maka manfaat menyusun anggaran produksi dapat dikelompokkan menjadi 2 (Dua) yaitu:
A. Manfaat secara umum
Manfaat anggaran secara umum adalah sebagai pedoman kerja, pengkordinasian kerja dan pengawasan kerja.
B. Manfaat secara khusus
1. Untuk menunjang kegiatan penjualan sehingaa produk dapat disediakan sesuai dengan waktu yang sudah direncanakan
2. Menjaga tingkat persediaan yang memadai (supaya persediaan tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil)
3. Mengatur produksi agar biaya-biaya produksi dapat ditekan seminimal mungkin
4.3 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGGARAN PRODUDKSI
Untuk membuaat suatu perencanaan yang baik harus diperhatikan masalah yang terdapat di dalam perusahaan
dan masalah yang datangnya dari luar perusahaan. Masalah yang bersumber dari perusahaan antara lain:
1.Rencana Penjualan
Anggaran produksi dibuat berdasarkan anggaran (rencana) penjualan atau dasar pembuatan anggaran produksi adalah anggaran penjualan. Semakin besar anggaran penjualan akan menyebabkan anggaran produksi semakin besar.
2.Kapasitas Mesin dan Peralatan
Untuk memproduksi suatu barang tentu kita membutuhkan mesin dan peralatan pabrik lainnya. Kemampuan (kapasitas) mesin untuk menghasilkan jumlah barang tertentu akan mempengaruhi tingkat produksi. Semakin besar kapasitas mesin semakin besar juga jumlah barang yang dapat diproduksi dan sebaliknya jika kemampuan mesin rendah maka tingkat produksi juga akan sedekit.
3.Tenaga Kerja Yang dimiliki
Dalam memproduksi barang selain mengunakan mesin dan peralatan pabrik lainnya, kita juga membutuhkan tenaga kerja, baik tenaga kerja langsung maupun tidak langsung. Semakin banyak jumlah tenaga kerja yang dimiliki maka akan berpengaruh pada peningkatan jumlah barang yang dihasilkan.
4.Stabilitas Bahan Baku
Stabilitas bahan baku maksudnya adalah ketersediaan bahan baku dipasar saat dubutuhkan.
Kenapa staabilitas bahan baku dapat mempengaruhi tingkat produksi?
Jika bahan baku dipasar stabil, maka tingkat produksi juga cenderung stabil (tidak terlalu berfluktuasi) sehingga tingkat produksi juga tidak perlu terlalu banyak dan sebaliknya jika ketersediaan bahan baku dipasar tidak stabil (bersifat musiman), maka untuk berjaga-jaga perlu berproduksi dalam jumlah yang besar ketika bahan baku ada di pasar dimana produksi yang banyak tersebut bertujuan untuk mengantisipasi saat bahan baku susah ditemui dipasar.
5.Modal Kerja yang dimiliki
Selain kempat faktor diatas yang mempengaruhi tingkat produksi, faktor lain yang tidak kalah pentingnya adalah modal kerja yang dimiliki. Modal kerja menggambarkan kemampuan finansial perusahaan untuk membiayai segala kegiatan yang berkaitan dengan proses produksi sampai dengan barang tersebut sampai di pelanggan (konsumen). Semakin besar kemampuan finansial perusahaan maka akan semakin besar pula tingkat produksinya.
6. Fasilitan Gedung
Pada umumnya perusahaan selalu menyediakan stok barang yang dapat berfungsi sebagai persediaan (awal maupun akhir) yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen jika terjadi kenikan permintaan (untuk berjaga-jaga).
Untuk menyimpan persediaan tersebut dibutuhkan fasilitas gudang. Jika kita mempunyai gudang yang yang cukup luas untuk tempat penyimpanan barang,
maka perusahaan dapat berproduksi dalam jumlah yang banyak dan sebaliknya, jika fasilitas gudang sangat ter batas maka sebaiknya tingkat produksi jug perlu dibatasi.
Sedangkan masalah yang datang dari luar perusahaan berupa persaingan, tingkat pertumbuhan penduduk, tingkat penghasilan masyarakat, tingkat pendidikan masyarakat, tingkat penyebaran masyarakat, agama, adat istiadat, dan kebijakan masyarakat, kebijakan pemerintah serta keadaan ekonomi nasional maupun internasional serta kemajuan teknologi.
4.4 METODE PENYUSUNAN ANGGGARAN PRODUKSI
Dalam praktek umumnya, terdapat kebijakan tertentu mengenai tingkat produksidan tingkat persediaan barang. Setiap kebijakan yang diambil tentu mempunyai implementasi yang berbeda.
Apakah manajemen akan melakukan pendekatan kebijakan terhadap produksi dengan mengutamakan stabilitas produksi atau akan mengutamakan stabilitas persediaan da bisa juga manajemen mengkombinasi dari dua kebijakan tersebut.
Berdasarkan uraian diatas maka pendekatan atau kebijakan dalam menyusun anggaran dapat dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu:
1. Anggaran produksi dengan stabilitas produksi
2. Anggaran produksi dengan stabilitas persedediaan
3. Anggaran produksi dengan kombinasi stabilitas
A. ANGGARAN PRODUKSI DENGAN STABILITAS PRODUKSI
Metode ini digunakan untuk perusahaan/manajemen yang sangat memperhatikan kestabilan produksi.Langkah-langkah penyusunan anggaran produksi dangan stabilitas produksi
Komentar
Posting Komentar